RSS

Kelulusan dan Nilai Akhlaq Pendidikan

17 May

seakan menjadi suatu trend masa kini, coret seragam setelah kelulusan adalah keharusan. “menghias” seragam yang telah dipakai selama 3 tahun dengan cat warna-warni telah menjadi simbol kebebasan dari borgol pendidikan. sekecil itukah arti seragam bagi seorang pelajar?

lembaran-lembaran kertas berisi nama siswa kelas 3 terpampang rapi di tiap papan pengumuman di semua sekolah di Indonesia. tertera di sebelah nama siswa keterangan lulus atau tidak lulus. semua mengharap tulisan di sebelah nama mereka adalah “LULUS”, karena tidak ada seorangpun dari mereka yang mengharap mendapat predikat “Tidak Lulus” yang pada akhirnya harus mengejar paket C atau mengulang lagi.

sorak-sorai para siswa yang telah dinyatakan lulus. kegembiraan terpancar di raut wajah mereka. berbagai macam cara dan acara telah mereka persiapkan untuk menyambut kabar gembira kelulusan mereka. salah satunya adalah coret-coret seragam. sungguh tragis dunia pendidikan di mata mereka. seragam sekolah yang menjadi simbol kewibawaan pendidikan dan sekolah mereka, dengan mudah dan senangnya mereka mewarnai dan mencoret-coret tiap sudutnya. hanya dengan alasan sebagai kenang-kenangan kelulusan mereka dengan mudah mencoret kewibawaan dan keikhlasan sekolah yang telah 3 tahun menerima mereka sebagai anak serta amanat dari orang tua kepada guru yang membimbingnya.

belum puas kiranya setelah mencoret seragam, jalan raya yang menjadi fasilitas umum menjadi sasaran mereka. paway bersepeda mereka lakukan demi kesenangan. ruas jalan menjadi milik mereka. seakan mereka berkata “MINGGIR!!! KAMI ADALAH PUTRA-PUTRI YANG TELAH DINYATAKAN LULUS OLEH NEGARA MELALUI UJIAN NASIONAL. DENGAN INI KAMI MENJADI PUTRA-PUTRI KEBANGGAAN BANGSA”.

tidakkah mereka pernah melihat atau bahkan melirik sejenak pemandangan di sana, seorang anak dengan seragam lusuh berjalan berkilo-kilo menuju sekolahnya yang jauh. sesampai di sekolah mereka duduk di atas bangku reot dan tiap kali mendengar pelajaran dari gurunya, tiap kali mereka menulis deretan huruf di bukunya mereka berdo’a “Ya Allah, lindungilah kami dari bahan bangunan sekolah kami yang hampir roboh”.

dunia pendidikan seperti apa yang mereka tinggali selama ini sehingga mereka menganggap kelulusan adalah kunci pembuka borgol dan terali besi bagi mereka? dunia pendidikan seperti apa yang telah dikenyam oleh para siswa-siswi itu sehingga mereka tidak pernah melihat nasib sesamanya yang membutuhkan? sungguh, satu coretan di seragam mereka adalah satu coretan di muka dunia pendidikan. satu coretan mereka adalah penghapus harapan bagi anak-anak yang sangat ingin merasakan nyamannya pendidikan.

Jika kelulusan hanya dinilai dari simbol-simbol angka dan tidak mengutamakan akhlaq siswa, maka kelulusan ujian nasional bukanlah menjadi faktor penilaian siswa berkarakter.

 
2 Comments

Posted by on May 17, 2011 in Opinion

 

Tags: , , ,

2 responses to “Kelulusan dan Nilai Akhlaq Pendidikan

  1. neyne anggraini

    January 31, 2012 at 4:24 am

    i like it

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: