RSS

Tausiah: Semua Audien Malah Bingung

21 Mar

di sebuah tausiah yang disampaikan dalam acara nikah, seorang tohoh yang panggil MC sebagai Syekh Kyai (saya lupa nama beliau karena kepanjangan) menyampaikan tausiah yang dimulai dari pengalaman pribadi. beliau mendapat cobaan dalam bentuk penyakit yang di derita oleh anaknya. sampai saat ini anak yang berumur 6 tahun tidak dapat berjalan. beliau berkata kepada anaknya “lha yo cong, bapak ki bingung. umurmu wes 6 tahun tapi yo kok sek gak iso mlaku”. anak tersebut menjawab “pak.. pak.. sampeyan seng nontok ae bingung. opo meneh aku seng ngrasakno? diterimo ae pak”. dari percakapan tersebut beliau menyimpulkan bahwa nasehat itu tidak hanya berasal dari yang tua kepada yang muda. tapi bisa jadi nasehat itu berasal dari yang muda kepada yang tua.

namun bukan itu yang membuat audien bingung. masih dalam tausiah tersebut, beliau menceritakan pengalamannya lagi. beliau menceritakan suatu hari beliau membaca buku – yang kalau tidak salah – judulnya “Santri Bertanya, Mantan Hindu Menjawab” yang di dalamnya menceritakan seorang santri menanyakan soal selametan, tingkepan dan mengubur tali pusar bayi itu ada atau tidak dalilnya. mantan hindu tersebut menjawab bahwa dalil permasalahan tersebut ada. semuanya ada dan dipaparkan dengan jelas. namun dalil-dalil tersebut ada di kitab Weda. kitabnya orang-orang pemeluk agama hindu.

syekh tersebut setelah membaca buku tersebut kemudian bertanya pada dirinya sendiri “lha seng tak lakoni iku dasare teko ndi?”. mendengar ceritau beliau, rasa penasaran audien bertambah dan perhatian mereka tertuju pada tausiah berikutnya yang akan disampaikan oleh syekh tersebut.

kemudian syekh tersebut menyampaikan kepada audien bahwa ketika kita melakukan sesuatu, kita harus mencari dasar yang jelas tentang ibadah yang akan dilakukan. jangan sampai ketika kita ditanya jawabannya adalah “wong tuwoku nglakoni iku yo tak lakoni ae”. beliau meneruskan, “makanya ibu-ibu, bapak-bapak, mari kita cari dalil permasalahan tersebut dalam al-qur’an, assunah dan bertanya kepada kyai ahlus sunnah wal jamaah. agar kita tidak tersesat dan tidak sembarang melakukan ibadah”.

sampai ditutupnya tausiah tersebut dengan bacaan Ummul Qur’an, tak ada satupun dalil untuk menjawab permasalahan yang dilontarkannya sendiri kepada masyarakat.

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in Religious

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: