RSS

Blank Day

ada kekosongan. kekosongan yang panas. seperti ruang hampa dengan aliran listrik di dalamnya. mengalir bagai petir. memanas dan menghanguskan kenangan-kenangan yang terjalin begitu indah. dalam sekejap. hanya sekejap saja. listrik terus mengalir dan memanaskan tabung yang terjaga. tak ingin tabung ini menghitam dan pecah tak berguna.

aku masih di sini. terdiam mendengarkan lagu-lagu, berharap mendapatkan jawaban. karna saat ini tak mampu aku memberikan jawaban. lagu terus mengalun namun mereka seakan mentertawakanku dalam kekosonganku. satu dua lagu mengalun, belum mendapatkan jawaban. tiga empat lagu, masih belum mendapatkan jawaban. lima enam lagu malah membuatku terperosok dalam jurang. dalam hingga tak cahaya malas menyinari.

ingin mulut ini tak beragama sejenak hingga kata-kata kotor keluar dengan ringannya. seakan tak lagi mampu dada ini menahan bongkahan bara yang semakin memanas. asapnya sudah membuatku sesak tak berdaya. terlalu panas hingga tak mampu kupendam. ingin segera berteriak sekencang-kencangnya, sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya hingga tak mampu lagi terdengar.

 
2 Comments

Posted by on September 2, 2011 in Literature

 

Cah Cilik Ngomong “Kepemimpinan”

Suasana pagi, sekitar jam 9 penghuni desa terutama para remaja yang sudah tidak sekolah dan orang tua melaksanakan aktifitas kesehariannya. Ada yang ke sawah, pabrik, atau pasar untuk berjualan. Tapi suasana desa tidak sepi. Para bocah menggantikan posisi mereka untuk meramaikan desa dengan bermain setelah ibu-ibu mereka membersihkan halaman rumah. Hari minggu. Jadi tidah ada sekolah. Sekelompok bocah berkumpul. Yang laki-laki bermain kelereng, dan yang perempuan asik bermain loncat tali dari karet.

Ilham, keturunan Medan berkulit putih, rambut cepak lagi berkonsentrasi menembakkan kelerengnya ke arah kelereng Samidi yang berkaos oblong kebesaran dan celana pendek. Saking besarnya kaos yang dipakai, celana pendeknya hampir tidak kelihatan. Nampaknya itu adalah kaos bapaknya yang sudah tidak dipakai. “Ham, lama banget? Udah, gak bakal kena!” ceracau Samidi yang lama menunggu giliran Ilham. “bentar dong. Lagi konsentrasi, nich!” nampak dari raut wajahnya yang kelihatan ngotot.

“Daku kan mesti memperhitungkan jarak, sudut, berat benda dan berapa newton tenaga yang mesti daku kasih ke kelereng ini” jelasnya kayak Einstein.

“mau pake’ rumus E=MC2 ato apa, kek. Kalo udah gak bisa, ya gak bisa aja” lanjut Samidi menanggapi.

Lama berkonsentrasi, akhirnya ia mendapatkan sudut dan tenaga yang tepat untuk menembak. Satu tarikan nafas, tatap mata mengarah tajam pada kelereng Samidi, tanaga dikumpukkan, dan… BUKK. Gebukan tangan mendarat pas dipunggung Ilham. Kelereng terlempar jauh. “SIALAAAN…! Siapa sich?” bentak Ilham marah. “hihihi, sori. Cuma mau nyapa doang. Aku nggak tahu kalo kamu lagi mau nembak kelereng” jawab Aisyah enteng. Aisyah. Gadis berjilbab nan ayu, manis dan berpenampilan sopan. “lagi asik nich rupanya? Boleh gabung dong?”. “kau anak cewek mau ikutan main ginian? Main loncat tali aja lah kau sama cewek-cewek lainnya?” jawab Ilham yang sedikit meredam marah karena melihat wajah ayu Aisyah. “aku kan pakai mexi. Jadi gak bisa loncat-loncat. Ya udah dech. Aku lihat aja”. “woy, aku juga ikut dong” teriak Deni. Anak berkacamata bundar. Matanya memang minus. Parah. Sekitar minus 3. Jadi kalau diperhatikan dia seperti profesor cilik. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on July 7, 2011 in Literature

 

Tags: , , ,

Sajadah Kumal

Kadang aku heran,

Untuk siapa ombek itu bergulung?

Untuk siapa bintang itu berkedip?

Untuk siapa daun-daun itu melambai?

Untuk siapa angin itu bertiup?

Dan tanpa aku sadari, aku hanya berjalan lalu mendengar satu kata

Allah… Allah…

Aku bersujud di atas sajada kumal

Bertanya-tanya, Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Literature

 

Tags: , , ,

Terima Kasih Pengertian

kami berada pada pertemuan dua unsur

mereka mencoba memberikan kami kesegaran

mereka memberikan kami ketenangan

mereka mencoba mempersatukan kami

karena mereka tahu bahwa kami hingga kini terpisah

 

wahai bola api, kutitipkan bayanganku padamu

aku berharap sore nanti pesanku tersampaikan padanya

bola api aku sangat berterima kasih padamu

jika saat kau menjelang di pagi hari bayangannya terasa membelaiku

 

tak terlupakan dua elemen yang membawa kesegaran dan ketenangan

hingga harum kami menyatu dalam keheningan

memberikan kesempatan untuk meretas kehidupan

maknailah kami lebih baik

 
Leave a comment

Posted by on June 29, 2011 in Literature

 

Tags: , , ,

Kelulusan dan Nilai Akhlaq Pendidikan

seakan menjadi suatu trend masa kini, coret seragam setelah kelulusan adalah keharusan. “menghias” seragam yang telah dipakai selama 3 tahun dengan cat warna-warni telah menjadi simbol kebebasan dari borgol pendidikan. sekecil itukah arti seragam bagi seorang pelajar? Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on May 17, 2011 in Opinion

 

Tags: , , ,

Resep makanan yahut “Omlet Nangka Saus Coklat”

ini adalah resep original buatan Kanjeng Raden Mas Hadziq Agasta yang didapat ketika melihat ada makanan nganggur dilamari es.
Makanan ini pas disajikan malam hari. apalagi dalam suasana di tepi pantai (jangan sampai di tengah pantai, masuk angin malahan) bersama pasangan Anda (yang punya). jangan berkecil hati bagi Anda yang tidak punya pasangan. masih banyak yang mau dengan Anda (dalam hal ini ikuti aja resepnya mas Ega).

Okelah kalo begitu, resep ini saya beri nama “Omlet Nangka Saus Coklat”. semua pasti sudah tahu apa itu Omlet. cara membuatnya gampang dan simpel banget. sebelum masuk pada bahan dan cara pembuatan, ada sedikit info. karena status saya (saat membuat resep) masih mahasiswa yang notabene masih dianggap kebanyakan orang berkantong tipis (meskipun sebenernya itu bener), maka resep ini saya sesuaikan dengan kondisi kemahasiswaan saya. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on March 22, 2011 in Culinary

 

Tags: , ,

4 kebaikan yang akan lebih baik jika dilakukan oleh orang2 tertentu

hanya bermaksud untuk berbagi ilmu yang saya dapat dari ceramah terawih oleh bapak Abdur Rahman. enteng tapi mengena adalah ciri khas dari ceramah beliau. karena ceramahnya berbahasa krama jawa, maka hanya inilah secuil cuplikan yang saya dapat dan sudah terdapat modifikasi sekedarnya.

ada 4 (empat) kebaikan yang diajarkan oleh Islam dalam hablum minallah dan hablum minannas, namun jika empat hal ini dilakukan oleh orang2 tertentu akan lebih baik. empat hal tersebut adalah:

1. malu. malu adalah sebagian dari iman. semua orang memiliki hati dan pikiran untuk menyaring perilakunya apakan pantas dipandang atau tidak. malu yang dilakukan oleh orang laki-laki akan lebih baik jika dilakukan oleh seorang perempuan.ukuran malu dalam hal ini adalah ukuran malu kepada Allah. jika seseorang tidak lagi malu kepada Allah, maka sudah pasti dia tidak malu pada lingkungannya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in Religious

 

“HIPNOTIS”nya Gagal

nemu juga pom bensin setelah deg2an takut kehabisan bensin. setelah menempuh perjalanan Bojonegoro-Tuban-Lamongan yang kesemuanya tak ada satupun pom bensin yang tidak bertuliskan “BENSIN HABIS”. pengalaman ini dimulai setelah mengisi bensin. seorang cewek dengan tinggi sekitar 160 cm, wajah imut2, kulit coklat sawo matang, berumur sekitar 18 tahunan berteriak memanggil “MAS… MAS…”. saya berhenti untuk menghormatinya dan dia menghampiriku.

“ya?” (minta tumpangan kali ni orang)

“habis mengisi benin berapa mas?”

“10000 liter. ah, 10000 rupiah” *efek capek n dehidrasi*

dengan semangatnya dia bersorak “SELAMAT!!! anda berkesempatan mendapatkan informasi pormo kami sekaligus expo disurabaya. kami hanya minta anda untuk menginformasikan kepada teman,kerabat, tentangga anda tentang informasi ini. ini adalah produk terbaru kami” dengan menunjukkan produk telpon rumah yang katanya terbaru dengan fasilitas sekitar 15 list fasilitas. “@#@#(@*#%&#$(” dengan cepat dia menerangkan tapi dengan lambat saya mencerna perkataannya. dan dengan entengnya dan dengan tampang tak berdosa saya bertanya “mbak2, misalkan tadi saya beli bensin 5000 mbaknya bakal kasih presentasi kayak gini g?” dasarnya ce penasaran. “(loading…) kita hanya survey mas. jadi kami mencari 10 orang yang &(*^%##&$*^((*)*” dan terus saja dia menjelaskan apa yang telah diperintahkan oleh bosnya tanpa saya perhatikan apa yang dikatakan. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in Stories

 

Tausiah: Semua Audien Malah Bingung

di sebuah tausiah yang disampaikan dalam acara nikah, seorang tohoh yang panggil MC sebagai Syekh Kyai (saya lupa nama beliau karena kepanjangan) menyampaikan tausiah yang dimulai dari pengalaman pribadi. beliau mendapat cobaan dalam bentuk penyakit yang di derita oleh anaknya. sampai saat ini anak yang berumur 6 tahun tidak dapat berjalan. beliau berkata kepada anaknya “lha yo cong, bapak ki bingung. umurmu wes 6 tahun tapi yo kok sek gak iso mlaku”. anak tersebut menjawab “pak.. pak.. sampeyan seng nontok ae bingung. opo meneh aku seng ngrasakno? diterimo ae pak”. dari percakapan tersebut beliau menyimpulkan bahwa nasehat itu tidak hanya berasal dari yang tua kepada yang muda. tapi bisa jadi nasehat itu berasal dari yang muda kepada yang tua.

namun bukan itu yang membuat audien bingung. masih dalam tausiah tersebut, beliau menceritakan pengalamannya lagi. beliau menceritakan suatu hari beliau membaca buku – yang kalau tidak salah – judulnya “Santri Bertanya, Mantan Hindu Menjawab” yang di dalamnya menceritakan seorang santri menanyakan soal selametan, tingkepan dan mengubur tali pusar bayi itu ada atau tidak dalilnya. mantan hindu tersebut menjawab bahwa dalil permasalahan tersebut ada. semuanya ada dan dipaparkan dengan jelas. namun dalil-dalil tersebut ada di kitab Weda. kitabnya orang-orang pemeluk agama hindu. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in Religious

 

Tags: , , ,

Believing

meretas kesepian dengan sebilah pedang kepercayaan

merindumu adalah kenikmatan yang berkepanjangan

hingga waktupun mulai jenuh menemani dalampenantian

hanya ada sebilah pedang kepercayaan

 

dan hanya ada sebilah pedang kepercayaan

yang harus berhati-hati kita memegang

luka yang akan diakibatkan olehnya akan sangat menawan

menawan hingga semua orangpun tak akan menoleh dari pandangan

meski hanya sebilah pedang kepercayaan

 

karna hanya dengan sebilah pedang kita mampu membunuh

membunuhnya dengan rasa percaya yang salah. kekecewaan.

atau membunuh sang empu saat tak lagi kuat menempa panasnya sumber kepercayaan

dan memang hanya dengan sebilah pedang kepercayaan

 

kamar tak berpintu, 30-01-2011

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in Literature

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.